Abu Aisyah

Lembutlah kepadanya


Oleh: Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri

Pertanyaan:
Setelah menerima dakwah, saya berlaku kasar kepada istri saya. Saya baru memiliki ilmu yang sedikit dan berusaha mengamalkannya. Saya memaksa istri saya untuk melakukan perkara-perkara yang belum siap untuk dia lakukan. Sebagai tambahan, saya terjerumus kepada perkara dosa yang menyebabkan imannya turun dan perasaan istri kepada saya pun menurun. Ini menyebabkan imannya jatuh, dia semakin ragu dan takut kepada ilmu.

Saya telah bertaubat atas kesalahan saya dalam mendidik dia, dan saya pun berlaku lemah lembut kepadanya. Dalam kelemah-lembutan saya, saya biarkan istri melakukan perkara yang sebenarnya tidak saya setujui seperti dia lepaskan niqab/cadarnya. Dia shalat dan menghapalkan Al Quran, hanya saja tidak ada semangat untuk taklim, menuntut ilmu. Bagaimana caranya agar saya bisa membawa istri ke dalam dakwah tanpa harus membiarkan dia melakukan perkara-perkara yang tidak saya setujui? Bagaimana saya mengembalikan kewibawaan dan pengaturan saya serta mengajak dia kepada kebenaran dan ilmu? Tolong nasehati diri saya wahai Syaikh.

Jawaban:
Hendaknya engkau berlaku lembut kepadanya, dan upayakan agar dia bergaul dengan para akhwat salafiyah yang bisa membantunya lebih baik insyaALLAH.

(diterjemahkan untuk http://ulamasunnah.wordpress.co dari Tanya-Jawab Daurah Hadits Dakhan, Masjid Abu Bakr As-Siddeeq Decatur Georgia http://www.salafyink.com/fiqh/AdviceMan.pdf )

—————————————————————————————————————————————————-

http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/04/20/lembutlah-kepadanya/