Abu Aisyah

Catatan ringan ta’lim semalam, hukum air tercampur najis dan air bekas pakai (musta’mal)


– Air yang tercampur dengan najis tapi tidak merubah rasa,bau dan warna maka boleh digunakan untuk bersuci, sebab masih nampak padanya sifat air mutlak

-asbabul wurud suatu hadits tidak boleh dipisahkan ketika mengambil istinbath

-kalimat “dua kullah” adalah sebagai ibarah bg air yang banyak, karena biasanya air seukuran itu tidak berpengaruh jika ada najis yg masuk ke dalamnya

-Imam Asy Syaukani berkata:” Bukan berarti air yang kurang dari dua kullah secar mutlak menjadi najis.namun pemahaman hadits tentang 2 kullah tersebut bisa saja najis dan bisa saja tidak.”

-Imam Az zuhri berkata:”tidak mengapa air jika tidak berubah warna rasa dan baunya.adapun hadits 2 kullah hanyalah keumuman”

-Air musta’mal boleh digunakan untuk bersuci selama air itu bukan bekas digunakan untuk menghilangkan najis

-Air yang tercampur najis saja jika tidak merubah sifatnya boleh dipakai apalagi cuma bekas pakai manusia dimana manusia tidak najis zatnya.

-Rasulullah mengusap kepalanya ketika wudhu dengan sisa air di telapak tangan beliau -shallallahu alaihi wasallam

-Termasuk sunnah nabi untuk membasuh tangan ketika bangun dari tidur sebelum mencelupnya ke bejana